Sabtu, 30 Mei 2015

“AKHIR CERITA KITA” Karya : Jessica Nurmaria Demak XI MIA 2

“AKHIR CERITA KITA”
Karya : Jessica Nurmaria Demak XI MIA 2

Waktu terus berjalan
Kaki terus melangkah
Cucuran keringat kian menderas
Hingga tetesan air mata tak lagi dirasa
Itulah perjuanganmu, kak!

Tak terasa waktu yang engkau hindari pun tiba
Berpisah dengan keluarga keduamu
Selama tiga tahun engkau telah berjuang
Bekerja keras demi memberikan yang terbaik
Tak sedikit keluh kesah yang engkau rasakan

Namun, kini semua telah usai
Setiap ada pertemuan pasti akan ada perpisahan
Dan kinilah saatnya untuk engkau berpisah
Dengan guru-gurumu yang telah bekerja keras
Membanting tulang menguras otak
Demi dirimu, demi kebaikanmu di masa depan nanti

Perpisahan memang harus ada
Tangisan, canda tawa yang telah kita lewati
Semuanya akan tersimpan
Di dalam lembaran kenangan yang indah

Dan kami yakin, suatu saat kita pasti akan berjumpa lagi
Apabila kita ‘kan bertemu jangan lupakan kenangan kita
Kini berjuanglah untuk mencapai masa depanmu
Doa kami akan terus menyertaimu, kak!

Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma
Selasa, 23 Mei 2015 - WIB

Kamis, 15 Mei 2014

Lagu "Penerang Hidupku" Cipt. Slamet P



Karya Siswa dan Guru – Kamis, 15 Mei 2014 – 17:38 wib

Lukisan Ayah dan Ibu karya Slamet Priyadi

PENERANG HIDUPKU

A=DO                                                               Ciptaan:
4/4  Adagio Ekspressione                                Slamet
                 __        __              __    __
5|3 . . 5|4  .  3  2  3   4 |  5  5  6  5  4  3 | 2 . .
.           .        ͝͝͝      

Ayah   i-bu........  engkaulah pelita hidupku
 __                __                __
3  4 | 5  5  1  1 2 | 3  3 6  6  6 | 5  5   4  2 | 3 . .
       .   .   .     .
Terangi jalan saat gulita di dalam kehidupan
                 __        __               ___   __
5|3 . . 5|4  .  3  2  3   4 | 5   5   6   3 |  2 . .
.           .             ͝͝͝
Ayah   i-bu........ engkaulah penerang hidupku
 __                 __            __
3    4   |   5   5  1  1  2 | 3  3  6  6 | 5  4  3  2 | 1 . .
                                             .   .    .  .   
Tempat mencurah segala  resah  segala  keluh kesah

Reff:
     .  __   .   __.            __       __         .       __
1 | 1 .  7  1  7  2  |  5  5   4  3 3  2 | 1   1    7 .  6 | 5 .  .
Ayah .......   bun – da tercinta kini kau t’lah ti – a-da
 ___.      .    .__.  .  __                 __             
7    1  |   2   2   3 2 7 6 | 5   5  5 5 | 4  4  4  4| 5  .  .
Pergi meng   hadap I-la-hi Rabbi tuju  alam aba-di
 __      __         __     __     __             __
5  5|4  .  3  4   5  4|3 .  2 3 7  1 | 2  5  4  3  2  7  |  1  .  . 
              .                           .
Doaku    ayah doaku    ibu semoga bahagia di syurga


Kamis, 15 Mei 2014 12:53 wib
Pangarakan, Bogor







Sabtu, 19 April 2014

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK SISWA SMAN 42 (Sebuah renungan)



Oleh Slamet Priyadi-Minggu, 20 April 2014-jam 17:12 WIB

Image Drs. Slamet Priyadi (Foto: SP091257)
Drs. Slamet Priyadi
Dalam berbagai kesempatan saat saya dan teman-teman santai minum kopi di kantin samping Rumah sakit Halim, saya acapkali berbincang-bincang tentang berbagai hal. Sekali waktu kami bahas juga tentang prestasi akademik siswa SMA Negeri 42 yang masih  tertinggal dengan sekolah lain seperti SMAN 48, SMAN 81 dan yang lain. Dalam kesempatan diskusi tersebut saya lontarkan pertanyaan sebagai berikut, “Apakah sekolah memiliki pengaruh besar terhadap prestasi belajar siswa?”, “Mengapa sampai sekarang prestasi akademik siswa SMA Negeri 42 masih  tertinggal dengan sekolah lain yang notabene lebih muda usianya disbanding SMA Negeri 42?”. Pertanyaan tersebut cukup menggelitik dan membuat berkerut kening teman-teman karena jawabannya memang butuh  analisa secara pedagogis serta pemikiran   yang  referensional (berdasar keilmuan).

Jawaban klise terucap: “Ya tentu, dong! Soalnya perekrutan siswa kelas X pada awalnya memang sudah bukan siswa-siswa yang pilihan, dalam arti siswa-siswa yang masuk mendaftar ke SMAN 42 bukan pilihan pertama akan tetapi yang ke dua yang secara intelktual relative rendah”.  Dengan Input dan kualitas siswa yang demikian tentu saja wajar apabila outputnya juga rendah. 

Jawaban tersebut  memang ada benarnya akan tetapi, itu justru menggambarkan kegagalan kita sebagai guru dan sekolah, komponen sekolah beserta fasilitas dan sarana sekolah sebagai institusi pendidikan yang selama ini tempat kita mengabdi, dan bekerja selaku tenaga pendidik. Jelasnya jawaban tersebut seakan-akan menunjukkan kepada kita bahwa SMAN 42 selaku institusi pendidikan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap performa akademik siswa. 

Apabila  kita  perumpamakan  dengan sebuah industri yang memproduksi barang tertentu, jika kualitas bahan bakunya  rendah  tentu  hasil  produksinya  juga  rendah.  Dengan  demikian  di sini jalannya proses produksi menjadi tidak berarti dan mubazir.  Padahal  prinsip  ekonomi mengatakan, “Mendapatkan untung sebesar-besarnya  dengan  capital  yang  sekecil-kecilnya”.  Mengacu pada prinsip ekonomi tersebut, seharusnya langkah yang dilakukan  adalah bagaimana caranya memaksimalkan suatu produksi dengan modal yang kecil dan bahan baku yang murah, dapat  menghasilkan  produksi  yang  baik  dan berkualitas  sehingga bisa dijual dengan harga mahal. 
 
Pandangan yang menyatakan penyebab rendahnya kualitas siswa (prestasi akademik siswa) karena “input” yang rendah, saya pikir tidak tepat karena itu berarti proses pembelajaran (schooling) yang dilakukan oleh SMAN 42 sama sekali tidak berarti karena tidak memberikan nilai tambah pada diri siswa. Kalaupun ada siswa yang berprestasi menggembirakan, semata-mata itu karena kemampuan dirinya yang memang sudah ada sebelumnya hasil dari didikan dan binaan orang tua atau pada sekolah sebelumnya. 

Pandangan  tersebut  di  atas seyogyannya tidak dijadikan pegangan untuk langkah ke depan. Untuk itu mulai dari sekarang  kita  para  guru  dan seluruh  komponen  sekolah  harus bersatu  tekad  untuk memajukan dan meningkatkan  prestasi  akademik  siswa  SMAN 42 dengan bekerja keras, aktif inovatif, kreatif, efektif dan selalu  tampil  dalam  suasana  yang  menyenangkan  sehingga siswa di kelas dapat menerima pelajaran tanpa harus takut dan tegang.  Berkait  dengan  hal  tersebut  beberapa  hasil penelitian tentang sekolah yang efektif (effectiveness school)  membuktikan bahwa tingkat kecerdasan atau prestasi belajar siswa  sangat ditentukan oleh lingkungan belajar (learning environment)  siswa di sekolah. Oleh karena itu utamanya adalah bagaimana kita menciptakan  suasana  yang kondusif  yaitu  suasana  pembelajaran  yang  aktif, apresiatif, kreatif, efektif dan menyenangkan agar setiap siswa mampu mengembangkan dirinya secara optimal. Semakin kondusif dan efektif  lingkungan  belajar sekolah maka semakin besar pula kesempatan siswa untuk meningkat prestasinya.
Dengan demikian, utamanya kita tidak lagi berdalih mempermasalahkan kualitas input yang diterima sekolah, akan tetapi bagaimana kita memfokuskan pada strategi, model, dan metode-metode apa yang efektif untuk meningkatkan kemampuan dan pretasi akademik siswa. Kualitas input yang rendah lebih baik kita jadikan sebagai pemicu semangat dalam rangka untuk membuktikan kepada masyarakat, bangsa dan Negara bahwa lembaga pendidikan khususnya SMA Negeri 42 mampu memberikan nilai tambah (value added) bagi siswa semua. 

Yok kita bangkit dan berjuang keras tingkatkan prestasi! JAYALAH, JAYALAH  SMA Negeri 42 (Rabu, 20 April 2011-Slamet Priyadi di Lido-Bogor/referensi: Pembelajaran yang efektif-Jamaludin, M.Ed)